Untuk Cia
Ini bukan pembelaan. Ini aku yang benar-benar minta maaf—karena aku sadar, aku sempat bikin kamu ngerasa nggak dihargai.
Cia,
Aku minta maaf atas kesalahan aku. Aku ngerti, mungkin kata “maaf” doang nggak cukup. Tapi aku tetap pengen kamu tahu: aku bener-bener nyesel dan aku ngaku itu salah aku.
Aku nggak mau ulangin hal yang sama lagi. Aku bakal lebih peka, lebih jaga cara ngomong, lebih dengerin, dan lebih menghargai kamu ke depannya—bukan pas aku lagi takut kehilangan aja, tapi sebagai sikap yang harusnya dari awal.
Kalau kamu berkenan, aku pengen benerin pelan-pelan, dengan tindakan, bukan janji kosong. Kamu berhak marah, berhak kecewa—aku terima itu. Dan aku tetap di sini, tanpa maksa kamu cepat-cepat “baik”.
Aku minta satu kesempatan buat benerin ini. Kalau kamu siap ngobrol, aku siap dengerin. Kalau kamu butuh waktu, aku hormatin.
Maaf ya, Cia.
— dari aku